Kerusakan Motherboard (MoBo)

Ciri-ciri Motherboard (MoBo) rusak:

  • Komputer tidak bisa menyala
  • Komputer menyala tapi tidak menampilkan apapun
  • Tidak mau masuk bios
  • Masuk menu bios tapi macet
  • Masuk menu bios tapi tidak bisa login ke windows
  • MoBo hanya menampilkan logo bios saja
  • Sering terjadi blue screen
  • Sering hang / terhenti tiba-tiba
  • Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.

Hal yang harus dicek sebelum memfonis MoBo rusak:

  1. Pastikan pasokan listrik stabil, salah satu cara menyetabilkan listrik ialah menggunakan stabilizer atau UPS yang memiliki AVR
  2. Pastikan monitor nyala
  3. Pastikan kabel power tidak putus dan dapat berfungsi dengan baik
  4. Lepaskan semua komponen kecuali motherboard, processor, dan RAM (sebenanya pada sebagian PC, RAM pun bisa dilepas), setelah itu hidupkan PC.

Jika setelah dicek smua, PC tetap tidak bisa menyala, maka silakan berikan vonis rusak pada MoBo Anda.

Yang menyebabkan MoBo rusak:

  1. Debu dan sejenisnya (kotoran tikus, kecoa, dll)
  2. Lonjakan arus listrik seperti petir (kasus ini cukup terbilang jarang)
  3. Terjadi kerusakan fisik seperti terkena air saat menyala, tergores, dll
  4. Suhu terlalu tinggi yang menyebabkan rusaknya komponen MoBo
  5. Human error yang menyebabkan over computer usage
  6. Semua barang elektronik ada masanya menjadi rusak.

Apakah Mobo yang rusak bisa diperbaiki?

BISA! Dengan catatan tidak terjadi kerusakan fatal pada MoBo.

Contoh kerusakan fatal MoBo:

  • Error pada kedua chipset (South Bridge maupun Nort Bridge)
  • Kerusakan pada jalur socket processor (socket PGA maupun socket LGA)

Contoh kerusakan yang bisa diperbaiki:

  • Error pada salah satu komponen tunggal (memiliki fungsi tunggal) yang hanya berfungsi sebagai penghantar, seperti: kapasitor/elco, resistor, dan putus jalur PCB. Caranya dengan mengganti/memperbaiki komponen tunggal yang rusak tersebut.

Sumber:

http://hasilbrowsing.blogspot.co.id/2013/12/penyebab-rusaknya-motherboard-pc_2.html

http://infolaptopterbaru.blogspot.co.id/2013/04/ciri-ciri-kerusakan-motherboard-dan.html

http://servicemotherboard.blogspot.co.id/2013/01/penyebab-motherboard-rusak.html

Advertisements

Persiapan Indonesia menggunakan Teknologi 5G

Teknologi 5G merupakan perkembangan dari teknologi jaringan 4G LTE. Sebenarnya, hingga saat ini 4G LTE belum menyebar ke seluruh Indonesia dan baru akan disebar awal tahun 2016. Kendati demikian, Indonesia tidak mau kalah dalam pengembangan teknologi seluler generasi kelima tersebut. Dalam teknologi 5G, data akan dikirim melalui gelombang radio. Gelombang radio akan terbagi menjadi frekuensi-frekuensi berbeda. Setiap frekuensi disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda, seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, serta mobile data. Penggunaan frekuensi-frekuensi ini diregulasikan oleh International Telecommunication Union (ITU). ITU telah merestrukturasi bagian-bagian gelombang radio secara komprehensif untuk mentransmisikan data sambil mengembangkan teknologi komunikasi yang sudah ada termasuk 4G dan 3G. Teknologi yang digunakan 5G adalah LTE Evolution (bentuk evolusi dari LTE yang saat ini digunakan di Indonesia) dan NX (teknologi radio terbaru yang akan beroperasi pada spektrum diatas 6 GHz). Teknologi 5G akan mampu menghubungkan semua, tidak hanya orang dengan orang melainkan dari orang ke peralatan, kendaraan, robot, dan bahkan alat yang terpasang di tubuh.

Teknologi 5G diprediksi masuk ke Indonesia pada tahun 2022 atau lebih lama 5 tahun dibanding Jepang dan Korea yang akan menerapkannya pada tahun 2017. Salah satu faktor penyebab lambatnya 5G diterapkan adalah karena Indonesia belum memiliki frekuensi 0-100 GHz untuk jaringan super cepat tersebut.

Menurut Yulianto Nasserudin selaku Head of Mobile & Fixed Broadband PT Ericson Indonesia, jaringan 5G akan berkembang bertahap mulai tahun 2017 di sejumlah negara, namun penyempurnaannya baru akan tercapai pada tahun 2020 dengan nama 5G Evolution. VP Marketing and Communication Ericsson Indonesia, Hardyana Syintawati pun menilai hal ini menjadikan Indonesia masih berpeluang dalam pengembangan teknologi tersebut. Bahkan petinggi PT Ericson Indonesia lainya, Thomas Jul yang menjabat sebagai President Director beranggapan bahwa Indonesia sangat siap menghadapi 5G. Saat peluncuran 5G, ekosistem 4G sudah terbentuk dan banyak hal yang bisa dilakukan. Selain itu, di saat yang sama sudah banyak hal dari Internet of Things yang dapat dilakukan. Banyaknya operator yang mengembangkan ekosistem tersebut merupakan awal terwujudnya 5G. Itulah yang menyebabkan Thomas Jul yakin Indonesia sangat siap menghadapi 5G.

Salah satu tindakan nyata yang dilakukan Indonesia untuk menghadapi teknologi 5G ini adalah dengan dibentuknya Forum 5G Indonesia (I5GF) pada tanggal 1 Juli 2015 dengan Sigit Puspito Wigati Jarot sebagai ketuanya. Sigit Puspito Wigati Jarot menilai bahwa selama ini Indonesia hanya bertindak sebagai konsumen, padahal kemampuan SDM Indonesia cukup mumpuni dan handal. Dengan adanya forum ini, diharapkan Indonesia mampu mengembangkan dan menjadi penentu standar teknologi 5G. Indonesia sebagai pasar terbesar ke-4 dunia dengan jumlah pelanggan komunikasi mobile mencapai 287 juta pada tahun 2015 dan akan terus bertambah, memang menduduki posisi yang signifikan dalam dunia teknologi komunikasi ke depan. Dengan berbagai faktor tersebut, menurutnya Indonesia sepatutnya bisa menentukan standar teknologi 5G yang cocok dan sesuai kondisi serta karakter bangsa.

Menurut pendapat penulis, cita-cita Sigit Puspito Wigati Jarot ini bukanlah angan-angan belaka, mengingat banyak ilmuan hebat yang berasal dari Indonesia. Beberapa contoh ilmuan hebat asal Indonesia, diantaranya: BJ Habiebie (salah satu temuannya berupa rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak hingga mendapat julukan Mr. Crack), Yogi Ahmad Erlangga (penemu metode perhitungan yang memungkinkan komputer untuk menyelesaikan persamaan Hemholtz lebih cepat), dan bahkan ilmuan di bidang yang sangat berkaitan dengan 5G, yakni Khoirul Anwar (penemu teknik transmisi wireless dengan dua buah FFT, yaitu FFT kecil dan FFT besar, teknologi ini menjadi standard ITU-R S.1878 dan ITU-R S.2173. Teknologi ini beserta modifikasinya untuk multiple access, menjadi basis dari  SC-FDMA yang dipakai pada uplink 4G LTE).

Demi meningkatkan kinerjanya, I5GF telah melakukan kerjasama dengan Forum Mobile 5G Jepang (Japan 5GMF). Kerjasama Forum 5G antara Indonesia dan Jepang tersebut ditandatangani di Legian Bali pada tanggal 21 September 2015, namun Forum 5G Jepang telah terlebih dulu aktif dan diluncurkan sejak tahun 2014. Susumu Yoshida selaku ketua Forum Mobile 5G Jepang beranggapan bahwa secara geografis, Indonesia dan Jepang memiliki banyak kesamaan, seperti sama-sama terdiri dari banyak pulau dan sering mengalami bencana alam semacam gempa bumi dan gunung meletus. Oleh karena itu Indonesia dan Jepang memiliki tantangan yang mirip dan bisa saling bekerjasama.

Selain penandatanganan kerjasama antara I5GF dengan Japan 5GMF, pada tanggal 21 Sepetember 2015 pun digelar International Cyber Security Conference and Exhibitions (CodeBali) yang bertempat di Hotel Padma Resort Legian, Kuta, Bali. Acara ini berlangsung tiga hari dengan menyajikan paparan para pakar dunia di bidang teknologi 5G, sekuriti dunia internet, dan pembahasan pendekatan teori chaos untuk menjawab tantangan ke depan. Selain itu, digelar juga lomba menemukan kode-kode tersembunyi pada sebuah jaringan internet yang diikuti sejumlah kalangan baik dalam maupun luar negeri.

Hingga saat ini, I5GF telah memiliki situs resmi, yakni www.i5gf.org. Selain meng-update seputar kegiatan I5GF, website tersebut menyediakan fasilitas untuk mendaftar sebagai anggota baru. Oleh karena itu, bagi para pembaca yang tertarik menjadi anggota, silakan kunjungi website tersebut.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan mengatakan bahwa peran pemerintah saja tidak cukup untuk melahirkan teknologi 5G. Menurutnya, diperlukan keterlibatan kalangan akademisi dan industri dalam menguasai teknologi masa depan tersebut. Belanja pemerintah satu persen di bidang telekomunikasi bisa menaikkan pendapatan domestik bruto hingga 2-3 persen. Budi menambahkan pemerintah akan responsif terkait penyiapan regulasi dan infrastruktur yang akan digunakan untuk teknologi 5G.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/5G

http://metrobali.com/2015/09/21/ilmuwan-indonesia-diharapkan-jadi-penentu-teknologi-konektifitas-5g/

http://www.techno.id/tech-news/ilmuwan-tanah-air-diharap-mampu-berkontribusi-kembangkan-5g-150921r.html

www.i5gf.org

https://id.wikipedia.org/wiki/Khoirul_Anwar

http://trendtek.republika.co.id/berita/trendtek/internet/15/11/10/nxkgjc219-teknologi-5g-jadi-peluang-bagi-aplikasi-lokal

http://trendtek.republika.co.id/berita/trendtek/internet/15/09/16/nurpda219-jaringan-5g-masuk-indonesia-tahun-2022

http://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/15/09/21/nv0xhz368-indonesiajepang-sharing-riset-teknologi-5g

http://tekno.tempo.co/read/news/2015/11/04/172715722/ericsson-tergoda-pasar-teknologi-5g-di-indonesia

http://peatix.com/event/94281

Doyan Rokok???

Ya, masalah yang satu ini emang udah sering ane denger apalagi himpunan sebelah, HMF yang gencer banget dah bahas-bahas masalah ini. Salut lah buat mereka. Menurut studi empiris yang ane lakuin, awal mula mayoritas orang ngerokok tuh karena dia nganggep ngerokok itu keren. Gimana ga keren? Orang bisa ngeluarin asap gitu ! gilee… Pemikiran ini sempet terlintas juga di pikiran ane, sampe-sampe pas ane masih bocah (klo ga salah sih, waktu belum masuk SD apa) pernah tuh nungguin babeh selesei ngerokok dan sesigap mungkin langsung mulung puntung rokok yang masih nyala, terus ane hisep deh, sontak ane langsung batuk2 ga karuan, tiba-tiba babeh dateng, dan yap langsung aja babeh marahin ane. Kalo dipikir-pikir waktu itu, failed banget sih dampak ngerokok, udeh batuk-batuk ga karuan, dimarahin babeh pula…huhu. Tapi Alhamdulillah itu pengalaman ane satu-satunya ngerokok dan kejadian ini biasanya ane jadiin alesan buat ga ngerokok kalo diajak orang laen. Dulu pernah juga tuh diajakin ngerokok pas udah remaja terus ane jawab, “ga mau ah, ane gabisa ngerokok, soalnya suka batuk klo ngerokok”. Lumayan lah cara ini ampuh buat ga ikut ngerokok tanpa menyinggung temen ane yang ngajak ngerokok itu. Oh ya dampak lain dari kejadian itu tuh, Alhamdulillah babeh ane jadi berhenti ngerokok juga. Mungkin beliau malu marahin anaknya karena ngerokok tapi beliau ngerokok. Itu salah satu hikmah dari satu kejadian dan bukan buat ditiru loh ya! soalnya ane pernah liat juga bocah balita bisa ngabisin rokok sebungkus.

Seperti yang udah diketahui, rokok tuh bikin ketagihan. Ada beberapa orang yang bilang masih kuat ga makan sama ga minum buat beberapa jam tapi ga kuat klo ga ngerokok. Ada juga yang bilang dia ngerokok klo lagi stress aja, klo ane sih biasanya pas lagi stress suka banyak makan, apalagi katanya ada makanan yg bisa bikin rileks, coklat..haha jadi selama di itb raya ini bobot ane naik berkilo-kilo gitu -_-. Tapi kan banyak fasilitas yang ditawarin cem lari gratis di saraga atau lari-lari karena takut telat dateng kuliah, renang 5000 IDR selama jadi mahasiswa, atau bahkan fitness gratis di taman fitness deket Unpad DU, dan lain-lain. Jadi selow lah..hahaha. Selain itu ada juga orang yang ga bisa lepas rokok sehabis makan, katanya sih klo ga ngerokok rasanya ga enak gitu. Nah buat perokok tipe ini ane tawarin rokoknya diganti sama permen, daripada ngisep, mendingan ngemut kan?hoho. Ada juga yang ngerokok cuma pas kedinginan doang, katanya merokok bisa menghangatkan. Kalo ini sih mending nyeduh teh atau kopi panas aja, susu juga boleh atau bajigur atau bandrek, banyak deeh yang bisa menghangatkan..haha

Tipe perokok yang paling kasian adalah perokok yang sebenernya dia ga mau ngerokok, yap merekalah perokok pasif. Mereka engga dan ga mau ngerokok tapi bisa terkena dampak lebih bahaya dibanding perokok aktif. Mereka kasian Gan! Jadi sekarang kan dah ada area ngerokok tuh, jadi buat para perokok mending ngisep duit bakarnya  di tempat itu. Duit bakar? Iya, maksud ane rokok. Secara, rokok yang banyak beredar tuh dibeli pake duit kan? Terus dibakar n dihisep kan? 🙂

Tapi paling debest sih kalo perokok berhenti ngerokok. Ane yakin deh kita semua tau dampak negatif dari rokok, saking banyak negatifnya, ada slogan di iklan rokok yang bilang, “rokok dapat membunuhmu”. Selain banyak negatifnya, rokok juga mahal Gan. Daripada duitnya “dibakar-bakar” buat beli rokok, mending ditabungin buat biaya nikah atau keperluan lainnya..hehe. Btw ada juga loh hubungan rokok sama nikah. Di bungkus rokok dibilang kan, “rokok bisa menyebabkan impoten”. Pada tau kan apa itu impoten? Klo engga silakan googling skrg juga, terutama buat para cowok. Seriuslah ! Please lah ! Klo Agan impoten, kasian istri Gan! Padahal yang kayak begituan tuh ibadah loh klo dah halal (nikah), in syaa Alloh :).

Sebenernya sih menurut ane tindakan pertama kali yang harus dilakuin buat berhenti ngerokok tuh adalah niat SUNGGUH-SUNGGUH buat berhenti ngerokok. Cobain deh nge-replace kegiatan ngerokok sama kegiatan lainnya cem apa yang udah ane utarain di paragraph atas. Ada satu cerita nih buat analogi. Ane punya temen pas SMA dia sempet ranking terakhir atau hampir terakhir (ane lupa) di kelas, tapi dia pengen banget kuliah di itb. Akhirnya dengan niat sungguh-sungguh melahirkan tindakan sungguh-sungguh. Susah senang dia jalani, sempet juga dia gagal tapi dia ga nyerah dan singkat cerita Alhamdulillah sekarang dia bisa kuliah di itb. Dia bisa ! kalian pun PASTI bisa ! in syaa Alloh 🙂

Oh ya buat para muslim, ane pernah denger tapi ga tau sih shohih atau enggaknya, walaupun gitu, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi kita buat berhenti ngerokok. Katanya kalo suka ngerokok tuh bisa menyulitkan mengucap kalimat thoyyibah “Laa Illaaha Illallooh Muhammadurrosululloh” (maaf klo typo). Sedangkan bersiwak bisa memudahkan mengucapkan kalimat tersebut. Allohu’alam..

Semoga bermanfaat 🙂

Bisnis Telekomunikasi

Terdapat 4 hal penting yang sangat berpengaruh dalam bisnis telekomunikasi. Mereka adalah Telecommunication operator, telecommunication vendor, regulator (government), dan sub-contractor/third party.

Operator memiliki lisensi frekuensi dan berperan untuk menjual jasanya seperti sms, suara, dll. Vendor berperan untuk menyediakan produk-produk telekomunikasi dan juga layanan perawatannya (maintenance). Subkontraktor bertugas untuk melancarkan operasional antara vendor dan operator. Sedangkan regulator, yakni pemerintah berperan untuk mengatur alokasi frekuensi bagi tiap-tiap operator, memastikan bahwa setiap operator memberikan layanan terbaiknya bagi konsumen, mengeluarkan regulasi yang mendukung perkembangan usaha di bidang telekomunikasi, serta melakukan test dab ujicoba pada produk luar yang masuk ke dalam negeri. (Wardhana, 2011).

Beberapa contoh operator yang ada di Indonesia:

1. Telkomsel

2. Indosat

3. XL

4. Three (3)

5. Axis

6. Esia

dll

Beberapa contoh Vendor yang ada di Indonesia:

1. Huawei

2. Ericsson

3. Cisco

4. Nokia Siemens Network

5. Sun

6. Alcatel-Lucent

dll

Beberapa contoh Subkontraktor yang ada di Indonesia:

1. Lintas Media Telekomunikasi

2. NexWave

3. Lexcorp

4. Floatway Systems

dll

Bagian pemerintahan yang mengurusi regulasi adalah DIPKOMINFO

referensi: “4G Handbook edisi bahasa Indonesia”

Galau???

Galau..

Rasa ini adalah pilihan. Ketika rasa ini datang maka kita akan dihadapkan kembali pada dua pilihan, yakni fokus pada galau tersebut sehingga hidup jauh dari produktif dan penuh angan-angan kosong ataukah melenyapkan rasa galau tersebut dengan cara berfokus pada kegiatan lain yang lebih produktif.

contoh kasus:

Y galau karena ditinggal si X dan si Y berfokus pada perasaannya tersebut, maka Y akan hidup tidak tentu arah dan cenderung malas-malasan, pola hidupnya mungkin akan terus seperti itu sambil berangan-angan mengenai si X yg tiba-tiba menyapanya dan hanya itulah yg membuat dia kembali bersemangat menjalani hidup. Atau mungkin si Y merusak dirinya sendiri dengan melakukan hal2 negatif agar si X simpati padanya dan karena kasihan akhirnya si X kembali dan memberi perhatian pada Y (JANGAN NGIMPI WOOOY !!!). Inilah mungkin bbrapa hal yg dilakukan galau-ers saat berfokus pada rasa galaunya tersebut.

Lain hal nya ketika kita memilih pilhan kedua saat galau datang, pilihan tersebut yakni melenyapkan rasa galau tersebut dan berfokus pada hal lain yang lebih produktiv, seperti tambah rajin belajar, ikut organisasi/ekskul/unit/dll yg bergerak dalam hal positif, atau bahkan fokus berbisnis. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut maka in syaa Alloh akan lebih bermanfaat, dan bisa jadi malah membuat si dia yg mulanya mencampakanmu berubah pikiran menjadi mendambakanmu..hehe

Tapi sebaiknya tetep jaga niat karena Alloh, karena itulah yang terindah. Aku pernah mendengar perkataan ustad Felix (mungkin Beliau pun mengutip dari perkataan orang sholeh) bahwa muslim itu ajaib. Ketika mereka ditimpa kenikmatan maka mereka bersyukur dan ketika mereka ditimpa musibah, maka mereka tetap berbaik sangka pada Alloh. Hal ini, in syaa Alloh akan menjadi tameng mujarab untuk menghindari rasa galau 🙂

Pahamilah bahwa semakin sering kita bermalas-malasan (baik disebabkan karena galau atau hal lainnya) maka semakin banyak waktu kita yang terbuang. Padahal waktu tidak akan dapat diulang sedetik pun.

Wallohu’alam..

Pengalaman Kerja Praktik Lintasarta-Bandung

Seiring banyaknya pertanyaan maka saya edit tulisan ini (dikit sih ngeditnya, hehe)

Jadi dulu kami menyiapkan surat pengantar dari ITB (surat ini didapatkan dari TU STEI setelah terlebih dulu kita membuat surat untuk dibuatkan surat pengantar tersebut oleh TU STEI), transkip nilai, dan proposal pengajuan KP ke Lintasarta. Terus kami datang langsung ke kantornya yang ada di Ciung Wanara dan menghubungi satpam untuk menanyakan kemana kita harus pergi agar bisa mengajukan lamaran KP ini. Kami pun diarahkan oleh satpam. Transkip dan proposal yang sudah disiapkan pun kami berikan. Kami pun menunggu panggilan. Beberapa hari kemudian teman saya, Ridha dihubungi pihak Lintasarta yang mengabarkan bahwa kami diterima KP di sana. Untuk waktu lamanya KP ditentukan oleh kami dan disetujui pihak Lintasarta (jadi bukan Lintasarta yang menentukan lamanya kami KP).

 

Berikut pengalaman KP saya di PT Aplikanusa Lintasarta, Bandung

Senin, 26 Mei 2014
Hari ini adalah hari pertama ane melaksanakan kerja praktik di lintasarta, jalan ciung wanara no.6, Bandung. Sebelum berangkat ada berita duka, yakni tetangga skaligus ayah dari teman masa kecil ane wafat. Kejadian ini sangat tidak disangka karena almarhum pada hari sebelumnya sehat-sehat saja namun pada tadi pagi skitar pukul 3 dini hari beliau merasakan sakit dada dan segera dilarikan ke rumah sakit namun setelah dilarikan ke rumah sakit, ternyata nyawa beliau sudah tidak bisa ditolong lagi, innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Alloh SWT dan dosa dosanya diampuni, aamiin. Dari kejadian ini dapat kita ambil hikmah bahwa MAUT bisa datang kapan saja. Bisa saja besok saya wafat atau mungkin pembaca terlebih dulu?? Hehehehe, yang penting kita mempersiapkan aja sih, in shaa Alloh klo dah siap mah seloow.., so ayo kita persiapkan bekal dari sekarang 😀
Back to topic, skitar pukul 7 ane berangkat dari rumah soalnya rumah ane di daerah Ujungberung sedangkan jam masuk lintasarta adalah pukul 08.00-17.00 WIB. Walaupun hujan, ane tetep berangkat soalnya ga mau dong hari pertama telat masuk. Ane KP bareng M. Ridha, 18111027. Kami datang ke lintasarta bareng-bareng. Dengan pakaian kemeja yang dimasukan ditambah memakai celana bahan, kami memasuki kantor dan menunggu seseorang sekitar 30 menit. Seseorang yang kami tunggu bernama Pak Tata, namun karena tak kunjung datang, akhirnya Pak Fery menghampiri kami. Beliau menjelasakan banyak hal tentang Lintasarta. Dulu lintasarta berada di bawah Telkom dan Indosat namun karena peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan hanya boleh berada di bawah salah satu BUMN, akhirnya Lintasarta berada di bawah Indosat walaupun sebenarnya Indosat bukanlah BUMN murni. Oh ya, Lintasarta kantor pusatnya berada di Jakarta, sedangkan yang di Bandung hanyalah kantor regional. Beliau menjelasakan bahwa kantor yang banyak berkutat dengan teknisi berada di Jalan Baros. Sebenarnya ketika Pak Fery menjelaskan, Pak Tata pun akhirnya tiba di kantor namun karena tanggung akhirnya yang menjelaskan kepada kami tetaplah Pak Fery. Kami dikenalkan ke Pak Bambang selaku orang yang sangat paham tentang FO (FIber Optik) di perusahaan tersebut, sedangkan Pak Tata beliau ahli di bidang wireless, dll. Dan untuk Pak Fery sendiri, beliau ahli di bidang node, dll. Setelah dijelaskan berbagai macam hal tentang lintasarta maka pada hari pertama ini, saya menyimpulkan mata kuliah yang sangat terkait dengan perusahaan ini adalah Jaringan Telekomunikasi (walaupun udah ga ada), Jaringan Komputer, dan Sistem Komunikasi Optik tentunya. Telmat banget dah perusahaan ini. Setelah pengenalan kami diperkenankan pulang.

Selasa, 27 Mei 2014
LIBUR NASIONAL

Rabu, 28 Mei 2014
Hari ini merupakan hari kedua kami melaksanakan KP. Seperti biasa, setelah kami tiba di kantor, kami disuruh menunggu Pak Tata. Namun untuk kali ini kami disuruh menunggu di ruangan khusus mahasiswa/siswa yang sedang menjalankan KP/PKL. Ternyata hari Rabu adalah jadwal rapat yang dilaksanakan di kantor yang berada di Jalan Baros. Kami pun menuggu di ruangan itu hingga sekitar pukul 12 siang. Ya daripada bengong nunggu, ane mutusin buat maen game, makan, dan melakukan yang sering dilakukan senior saat KP, yakni nonton film. Film yg ane tonton adalah film yang dikasih Risang Arono, judulnya “Harmony”…sedih bro film-nya, klo ga ada Ridho di samping ane, kayaknya ane dah bercucuran air mata tuh sambil nonton, cuman gengsi dong..hahah
Next, setelah jam 12 kami memutuskan untuk keluar kantor dulu. Harapannya sih langsung diperkenankan pulang tapi ternyata sekertarisnya bilang seorang yang kami tunggu kemungkinan tiba skitar jam 13. Akhirnya kami ishoma dulu ke Salman dan balik ke sana skitar jam 13. Saat itu kami tidak menemui Pak Tata, melainkan menemui Pak Jajang soalnya kami pengen mendalami fiber optic dulu, maklum sks yang paling hangat kan SKO,heheh. Ternyata Pak Jajang sedang buru-buru pergi membetulkan gangguan. Kami pun dialihkan ke Pak Fery. Pak Fery luar biasa baiknya. Beliau terlihat antusias mengajari kami walaupun terlihat sedikit canggung. Kami diberi materi seperti di bangku kuliah, dan seperti biasa ane rada ngantuk saat melaksanakan kuliah, haha. Walaupun sedikit ngantuk tp Alahamdulillah materti yang disampaikan beliau cukup saya pahami. Beliau menjelaskan tentang frame relay, MPLS (di lintasarta bernama VPN MPLS), leased line, VLL, VLPS, Ethernet, Metro Ethernet, dll. Pokoknya beliau menjelaskan seputar Node Management System (NMS) yang dilakukan oleh Lintasarta. Kami pun melihat beberapa interface internet yang digunakan oleh beberapa perusahaan, toko, bank, dll. Dan kami melihatnya dari aplikasi “putty” sama seperti aplikasi yang kami gunakan saat praktikum jarkom. Kesimpulan yang saya dapat, secara garis besar, frame relay adalah routing biasa yang dicek addressnya sedangkan MPLS tidak melihat address hanya melihat label sehingga MPLS lebih cepat dari frame relay. MPLS dan frame relay beroperasi pada layer-2. Leased line hanyalah mengurusi kabel yang berarti bekerja pada layer pertama. VLL merupakan sambungan point to point sedangkan VLPS adalah sambungan dari point to multi point. Ethernet adalah jaringan LAN yang kecepatannya bisa mencapai 100 Mbps atau bahkan lebih sehingga para ahli berpikir untuk memakai system Ethernet ini untuk hubungan jaringan yang lebih luas dibanding LAN, yakni WAN. Ethernet yang digunakan untuk WAN inilah yang bernama Metro Ethernet. Untuk lebih jelasnya lagi, silakan googling :3 .

Kamis, 29 Mei 2014
LIBUR NASIONAL

Jumat, 30 Mei 2014
Ini merupakan hari ketiga KP di lintasasrta. Seperti biasa, saya pun mengawali hari dengan menunggu. Singkat cerita hal inti yang dilakukan pada hari ini ialah praktik menyambung fiber optic SMF. Penyambungan ini adalah penyambungan permanen menggunakan Fusion Splicer dan dicek menggunakan laser Visual Fault Locater. Sekilas terlihat mudah namun ternyata kami tidak berhasil menyambung fiber dengan sempurna.

Senin, 2 Juni 2014
Ini merupakan hari ketiga kami KP. Setelah selesai menunggu, akhirnya kami diperkenankan masuk ke ruangan Pak Jajang. Di sana ada orang yang baru kami lihat, yakni Pak Aris. Beliau seorang teknisi. Hari ini kami diajak oleh Pak Aris mengecek saluran transmisi system komunikasi optic. Pengecekan ini menggunakan OTDR. Kami mencatat data pada slot 6 dan 7 masing-masing dari core 1 sampai core 24. Dan mengecek pula beberapa core pada slot 4. Pengecekan ini dilakukan di daerah Cibeuruem. Pengecekan juga dilakukan di perusahaan yang mengajukan complaint, yakni PT KRAFT. Ternyata setelah dilakukan pengecekan di kedua tempat, maka didapat kesimpulan bahwa fiber yang putus berada di daerah Tagog atau Cibeureum. Setelah selesai pengecekan, kami berangkat untuk pemasangan modem. Sebenarnya pemasangan modem ini hanya mengganti modem yang sudah ada (jenis point to point) dengan modem GPON. Penggantian ini dilakukan karena pada saat menggunakan modem point to point, IP tidak bisa dipantau oleh pusat sedangkan setelah menggunakan modem GPON, IP bisa dipantau oleh pusat. Alat yang kami gunakan pada hari ini ialah OTDR (untuk mengecek lokasi fiber optik yang putus atau mengalami bending), GPON (untuk mengecek sinyal pada daerah yang akan dipasang modem GPON), dan tentunya kabel fiber optic. Kami kembali sekitar pukul setengah enam sore.

Selasa, 3 Juni 2014
Hari ini seperti biasa diawali dengan menunggu. Setelah menunggu, kami diperkenankan masuk ke ruangan tempat Pak Jajang bekerja. Di sana kami bengong ga ngapa-ngapain selama berjam-jam. Paling cuma bantu menyusun Surat Perintah Kerja, dan bantu ngangkat telepon, sempet baca Koran juga sih. Pokoknya hari ini BT bgt deh, gabuuuut beuuut. Hal ini dikarenakan Pak Jajang dan Pak Aris sedang mengurus administrasi. Pak Jajang menjelaskan bahwa untuk melakukan pekerjaan di Lintasarta harus melalui beberapa proses terlebih termasuk administrasi ini. Untuk besok, kami diperkenankan KP di kantor Lintasarta yang ada di Jalan Baros.

Rabu, 4 Juni 2014
Hari ini adalah hari dimulainya kampanye resmi capres-cawapres #salah focus, ahahahah. Hari ini kami KP di kantor yang berada di Jalan Baros. Setiap hari Rabu selalu dilaksanaka rapat di kantor tersebut. Pak Jajang, Pak Feiry, dan Pak Aris menjadi peserta rapat tersebut. Kami pun disuruh menunggu berjam-jam. Untungnya saya membawa buku bacaan yang berjudul “Indahnya Pernikahan Dini”..ahahahah. Sambil menunggu, saya membaca buku tersebut. Selain membaca buku tersebut, saya mengantar Ridho sarapan di dekat daerah tsb. Ridho sarapan dengan dua buah donat madu yang nikmat ditambah sekaleng TEBS #ga penting..ahahaha. Tempat jual Donat Madu tersebut berada di dalam ruko. Sambil menemani Ridho sarapan, kami berdebat mengenai “bahaya meletakan sendok pada makanan yang berada di dalam kulkas”. Saya bilang itu bahaya, kata Ridho belum tentu bahaya. Seru lah kuliah kimia dan fisika saat itu terbahas, akakakka. Setelah itu kami kembali menunggu di kantor, lalu ketika adzan dhuhur, kami memutuskan mencari masjid sambil jalan-jalan,hahah. Setelah kembali dari masjid, kami menunggu lagi di kantor. Sambil menunggu, datanglah Pak Rudi yang curhat ke kami mengenai banyak hal. Dimulai dari studinya di IKOPIN, hingga awal mula beliau bertemu calon istri beliau. Ini sejalan dengan bab yang ada di buku yang saya baca tadi pagi, yakni mengenai pentingnya mendengarkan. Waah bisa langsung praktik nih, ahaahah. Saat Pak Rudi seru curhat dengan kami, beliau dipanggil untuk menemani salah satu teknisi yang akan bertugas. Curhat pun selesai. Kami pun mulai mencari makan siang dan kali ini menunya bukan donat walaupun Ridho akhirnya membeli Donat Madu sebagai pencuci mulut. Kayaknya Ridho mulai kepelet Donat Madu nih,aahahah. Setelah selesai makan, kami pun kembali ke kantor. Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba. Kami diajak oleh salah satu teknisi, Pak Sholeh untuk mencabut modem dan migrasi modem. Migrasi modem dilakukan di BJB Syariah di Jalan Pejuang Pelajar, namun modem barunya tidak terbawa, akhirnya migrasi modem pun ditunda. Selanjutnya kami akan melakukan pencabutan modem di salah satu toko yang berada di BSM. Pencabutan berjalan cukup lancar walaupun sempat di-stop satpam karena kami belum mendapat SPG untuk mengeluarkan barang dari toko tersebut. akhirnya kami diantarkan kembali ke kantor yang berada di Jalan Ciung Wanara. Sesampainya di sana, kami mengisi presensi dan segera meninggalkan kantor tsb (go homeeeeeee !). besok gimana ya?? Semoga lebih baik dari hari ini..aamiin

Kamis, 5 Juni 2014
Hari ini kami KP di Ciung Wanara. Pagi2 Pak Jajang pergi ke lapangan dan Ridho ikut bersama beliau. Saya standby di Ciung bersama Pak Aris dan Bu Tita. Nanti siang Pak Aris akan pergi ke lapangan dan saya berniat ikut mengiringi. Namun karena perginya masih beberapa jam lagi, saya meminta izin untuk ke kampus telebih dahulu. Mereka pun mengizinkan saya.  Kami pergi sekitar pukul 13.00. Tujuan kami adalah salah satu central Lintasarta yg berada di lantai 12 Bank LIPPO. Kami pun sampai di sana dan mengerjakan beberapa hal sebelum akhirnya menunggu Pak Jajang dan Ridho yang akan menuju tempat yang sama. Hal yg akan kami lakukan di central tersebur ialah penyederhanaan topologi. Hasil dari penyederhanaan tadi ialah kami bisa mencabut salah satu devais. Penyederhanaan dilakukan setelah ada Pak Jajang karena beberapa alasan, yakni agar tidak terjadi complain dari user saat dilakukan penyederhanaan. Saat menunggu, saya berbincang-bincang cukup lama dengan Pak Aris. Ilmu yang dapat saya share dari perbincangan kami adalah perbedaan antara GPON dan Point to Point. GPON dan Point to Point sama-sama menggunakan fiber optic, perbedaannya adalah point to point menggunakan satu core untuk satu pelanggan, sedangkan GPON menggunakan satu core untuk beberapa pelanggan dengan bantuan splitter. Batas maksimal splitter adalah 32, ini sesuai dengan apa yang dikatakan Pak Hardi saat kuliah. Pak Jajang dan Ridho pun tiba. Kami mulai bekerja. Saya dan Ridho bertugas untuk mengukur kemampuan transmisi masing-masing core menggunakan alat OTDR. Oh ya ketika menunggu, saya sempat iseng mendaki lantai dari basement sampai lantai 12. Rasa letih pun tidak bisa dihindari. Setelah kami menyelesaikan pekerjaan, kami pun kembali ke kantor Ciung. Kami tiba sekitar maghrib. …..btw gpp lah yah bahasanya baku gini,akakakak

Jumat, 6 Juni 2014
KP kali ini rada berbeda broo.. awalnya aja kita udah bad mood,hehehe. Alasan bad mood, ya soalnya banyak gabutnya dan kadang gabut tersebut membuat kami tertekan…eheheheh. Tapi kami tetep standby. Sekitar jam 9 an, kami pergi bareng Pak Aris buat cek jaringan (nge-PING, dll) yg dipasang di ITENAS. Di sana kami gabut lagi, soalnya yg ngerjain cuma Pak Aris dengan laptopnya. Kita ga mungkin bantu, soalnya masa satu laptop dipake rame-rame?? Ahahaa. Kerjaan Pak Aris akhirnya beres juga. Kami balik ke kantor Ciung skitar setengah 12. Ane ama Ridho izin langsung pamit jumatan. Beres jumatan, ane sama Ridho mutusin buat balik dari kantor soalnya ga mau tertekan lagi, alias kabur (jangan ditiru ya ade-ade).

Senin, 9 Juni 2014
Hari ini kami KP di Ciung wanara. Kami menyerahkan lembar presensi kami ke Pak Jajang, beliau ternyata mengecek jam pulang kami. Tertangkaplah kami pernah kabur di hari Jumat. Pak Jajang berkata pada kami dengan nada halus namun menyentil, “klo kalian mau lanjut KP di sini, kalian harus mematuhi aturan di perusahaan ini. Lintasarta ini perusahaan bukan kampus, jadi kalian jangan pulang seenaknya. Kalo defaultnya pulang jam 5 sore, ya kalian harus patuh.” Gitulah intinya kurang lebih. Akhirnya mulai besok sampai dua pekan ke depan kami memutuskan untuk KP di kantor Lintas yang ada di Baros. Hari ini kami diberi pekerjaan, tp pekerjaannya sangat tidak mengenakan. Pekerjaan tersebut ialah menggambar peta persebaran FO milik lintasarta. Untuk menggambar peta tersebut, dibutuhkan aplikasi Google Earth, namun karena awak sama Ridho ga punya aplikasi tersebut, Ridho tukeran laptop sama Pak Aris yang akan pergi ke lapangan. Kami pun mulai menggambar. Hingga pukul 5 sore, Pak Aris belum juga kembali ke Ciung. Akhirnya awak sama Ridho memutuskan untuk terus ngegambar sampe jam 6 sore, sekalian ngebuktiin ke Pak Jajang akan militsansi kami #so’so’an. Akhirnya skitar jam setengah tujuh Pak Aris nyampe Lintas. Setelah laptop Ridho dikembalikan, akhirnya kami pulang dari kantor Ciung.

Selasa, 10 Juni 2014
Hari ini saya KP sendiri di Kantor Baros, soalnya Ridho lagi sakit. Seperti biasa, gabut menghampiri saya, namun di Baros ada televisi, saya merasa seolah di rumah. Hal ini terjadi karena saluran televisinya bisa saya atur sesuka hati. Keadaan ini berlangsung sampai sekitar pukul 2 siang. Jam 2 siang, ada teknisi yang akan melakukan mutasi. Teknisi tersebut bernama Pak Sholeh. Saya diajak oleh beliau. Pak Sholeh ini adalah teknisi yang ramah. Saya senang bekerja dengan beliau. Hal yang dapat saya share ialah tahapan mutasi. Tahapan mutasi dari modem wireless ke FO adalah: provisioning, routher pe, dan diakhiri dengan penggantian modem. Mutasi ini dilakukan di salah satu bank daerah surapati core (sucore). Setelah dari sucore, kami pergi ke Bank Muamalat daerah Buah Batu. Di sana, Pak Sholeh mengurus administrasi terkait pengerjaan oleh Lintasarta yang sudah selesai. Setelah itu, Pak Sholeh berhenti di Indomaret dan mebelikan kami (saya dan Pak Ayi selaku supir Listas). Saya tiba kembali di kantor Ciung skitar pukul 16.15. Hari ini The Best bgt lah KP nya !!! 😀

Rabu, 11 Juni 2014
Hari ini kami akan melaksanakan KP di Kantor yang berada di Baros. Kali ini kami kedatangan anak Universitas Telkom yang juga melaksanakan KP di Lintasarta. Dia bernama Fery. Rencananya senin depan 3 teman Feriq akan menyusul KP di Lintasarta. Setelah tiba di kantor Baros, kami bertiga menunggu di ruangan khusus anak PKL. Sekitar jam 12, teknisi keluar untuk menyelesaikan tugasnya, yakni PSB (Pasang Baru). Teknisi tsb meminta salah satu dari kami untuk ikut bersama beliau. Kami pun memutuskan agar Ridho yang menemani teknisi tersebut. Mereka melakukan PSB di daerah Jati Luhur, Purwakarta. Saya dan Fery masih menunggu di ruang khusus PKL tersebut. Kami menunggu hingga sekitar pukul 17. Pukul 17 pun tiba. Sebenarnya saat itu ada teknisi yg keluar untuk menangani gangguna, akan tetapi karena sudah jam 17 (waktu pulang kerja), kami memutuskan kembali ke kantor Ciung dan kembali ke habitat masing-masing.

Kamis, 12 Juni 2014
Hari ini adalah KP yang mengasyikan bagi saya. Seperti biasa, kami bertiga diantar dari kantor Ciung ke kantor Baros. Untuk hari ini, kami memutuskan untuk menunggu di gudang (bukan menunggu di ruang khusus PKL). Suasana di gudang lebih menyenangkan karena ada TV dan WIFI gratis. Sekitar setengah sebelas, ada teknisi yang akan melaksanakan maintenance BTS dang anti AC di daerah Garut. Teknisi tsb meminta salah satu dari kami untuk menemaninya. Setelah berunding, akhirnya saya lah yang terpilih. Saya, teknisi, dan supir pun berangkat ke Garut. Di perjalanan, kami ditilang dengan alasan tidak boleh membawa barang berat seperti AC yang kami bawa. Uang sejumlah Rp 50.000,00 pun jatuh ke tangan polisi tersebut. Pak supir terlihat sangat kesal pada polisi atas kejadian ini, (ya kali, masa bawa AC segede itu aja mesti nyewa pick up biar ga ditilang??). Setelah hampir tiba di lokasi maintenance (tarogogng, jalan tenjolaya), ternyata pemegang kunci gembok BTS sedang berada di cimaragas. Supir dan teknisi tidak tahu lokasi dari Cimaragas tsb. Akhirnya teknisi menanyakan ke google map dan bertanya juga ke pegawai Lintas yg ada di bandung. Akhirnya jawaban yg didapat teknisi adalah Cimaragas berada di daerah Banjar. Saya tidak setuju dengan jawaban tsb karena seingat saya, Cimaragas adalah daerah yg dekat dengan kampung halaman saya di Garut, Cilawu. Namun saya tidak yakin 100% juga dengan pendapat saya tsb. Dan sialnya, batere HP saya mati sehingga tidak bisa menanyakan ke ortu. Dengan berbekal pengetahuan teknisi bahwa Cimaragas berada di Banjar, akhirnya kami memutuskan untuk menunda maintenance BTS dan ganti AC tsb. Sebelum pulang, kami memutuskan beristirahat sambil makan di salah satu warung. Karena perasaan saya ganjil akan Cimaragas yang berada di Banjar, maka saya menanyakan ke pemilik warung tentang lokasi Cimaragas tsb. Setelah bertanya, akhirnya didapat jawaban bahwa benar Cimaragas berada di dekat Cilawu. Kami pun memutuskan untuk melaksanakan tugas maintenance BTS dan ganti AC tsb. Kami berhasil bertemu dengan pembawa kunci gembok dan memulai pekerjaan. Selain kami, vendor pun pergi ke sana. Mereka membangun tangga dekat BTS agar memudahkan saat melakukan maintenance BTS tsb. Pekerjaan membangun tangga tsb memakan waktu yang cukup lama. Saya sempat ditawari untuk naik BTS dan mencatat no registrasi device yang ada di atas. Saya menerima tawaran tsb, namun teknisi tidak membawa safety belt, akhirnya saya naik BTS tanpa menggunakan pengaman sedikit pun. Di BTS, terdapat beberapa pijakan. Pijakan pertama adalah pijakan yang paling rendah, sedangkan pijakan terakhir adalah pijakan tertinggi. Karena tidak menggunakan pengaman sedikitpun, akhirnya saya hanya berhasil sampe pijakan pertama. Sialnya di pijakan tsb tidak ada device yang perlu dicatat no registrasinya, akhirnya saya turun kembali. Setelah tangga selesai dibangun, kami mulai bekerja me-maintenance BTS dan penggantian AC. Pekerjaan ini cukup memakan waktu. Kami selesai bekerja sekitar pada saat adzan Isya berkumandang. Sebelum pulang, kami berendam dulu di Cipanas, namun saya tidak ikut berendam karena saya tidak mau berendam malam-malam dan tidak membawa pakaian ganti. Setelah selesai dari Cipanas, kami pulang dan saya sampai rumah skitar pukul 11 malam…..

Jumat, 13 Juni 2014
Hari ini kami standby di kantor yang berada di Baros. Sebenarnya ada satu teknisi yg akan pergi menangani gangguan, namun kami memberi kesempatan pada PKL dari UT (Universitas Telkom) untuk pergi mendampingi teknisi tsb. Alhasil saya dah Ridho gabut seharian. Namun karena ada koneksi internet, maka gabut tsb cukup mengasyikan, ahahahahah.

Senin, 16 Juni 2014
Hari ini saya sakit jadi izin ga pergi KP.

Selasa, 17 Juni 2014
Hari ini saya masih sakit jadi izin ga pergi KP.

Rabu, 18 Juni 2014
Hari ini saya bertemu teman-teman baru STT Telkom. Seperti biasa, kami standby di kantor Baros. Hari ini kami tidak keluar untuk menangani gangguan atau pasang baru. Namun kami mendapat beberapa ilmu seperti trick untuk menjebol kuota paket data dengan kecepatan super (disampaikan oleh salah satu teknisi, Pak Oky) dan materi seputar Lintasarta yang disampaikan oleh Pak Tata.

Kamis, 19 Juni 2014
Hari ini kami KP di kantor Baros. Untuk hari ini, saya dan Ridho langsung berangkat dari ITB ke Kantor Baros menggunakan motor. Perjalanan dari ITB ke Kantor Baros sekitar 30 menit (lewat jalur Cimahi). Saat sampai di Baros, saya langsung diajak oleh salah satu teknisi, Pak Adit untuk simulasi router di salah satu Bank Mayapada Internasional yang terletak di Jalan Astana Anyar No. 238B Bandung. Alasan dilakukannya simulasi routher adalah karena menurut info dari pusat, routher baru tidak bisa menge-PING ke cpe. Btw, Pak Adit sudah menikah saat usianya baru 23 tahun (sungguh memotivasi,heheh). Sesampainya di TKP, ternyata di yang ada hanyalah routher lama yang sudah rusak (rouher barunya belum ada di TKP). Alhasil kami tidak jadi melakukan simulasi routher. Akan tetapi kami melakukan simulasi ping IP WAN Reply dan melakukan By Pass IP LAN. By Pass IP LAN artinya modem langsung tersambung ke PC tanpa menggunakan routher. By Pass ini dilakukan sementara sampai routher baru tiba. Setelah pekerjaan selesai, kami kembali ke kantor Baros dan saya standby di sana bergabung bersama Ridho dan teman-teman dari UT.

Jumat, 20 Juni 2014
Hari ini saya KP di kantor Baros. Standby di sana sambil nonton. Setelah sholat Ashar, saya dimintai bantuan untuk memasang kabel pada terminal listrik. Selesai itu, saya pulang ke kampus untuk meramaikan pembukaan MBC. Sampai di HME, omega bisa diitung jari. Yah beitulah cerita hari ini. Mana ceritamu??

PENGALAMAN BULAN KE-2

Senin, 23 Juni 2014
Hari ini, saya dan Ridho KP di kantor ciung. Di dalam kantor, kami membantu Pak Aris menge-print surat untuk keperluan pergi ke lapangan. Setelah itu kami ikut ke Pak Aris menangani gangguan di salah satu universitas, mengecek sinyal di ATM Alfamart, dan memasang accumulator di central, Jalan Gatot Subroto. Kami pun pulang pukul 16.45. Di rumah, saya mendapat berita baik, yakni kakak saya dan suaminya mendapat beasiswa untuk kuliah S2 di Institut tempat saya menimba ilmu. Alhamdulillah…

Selasa, 24 Juni 2014
Hari ini kami KP di Ciung lagi. Pak Aris datang telat. Sembari menunggu Pak Aris, saya pergi ke kampus untuk mengurus beberapa hal. Sekembalinya dari kampus, saya dapati Ridho sedang meng-copy surat. Setelah selesai mengkopi, akhirnya tugas yang kami benci datang juga. Tugas tsb ialah menggambar denah persebaran FO. Kali ini digambar menggunakan corel draw+google earth. Saya mencoba menggambarnya, sedangkan Ridho mencoba mengeprint google earth (agar ga usah ngegambar di corel). Alhamdulillah Ridho berhasil dan tugas kami pun kelaaaaaaaar. Ayeee !! good job Dho !! hahah. Kami pun pulang skitar pukul 17.00 WIB

Rabu, 25 Juni 2014
Hari ini kami KP di Ciung dan seharian di kantor tsb. Kami tidak pergi ke luar untuk menangani gangguan atau yang lainnya. Kami diam di kantor hingga saat pulang tiba. Hal ini terjadi karena Pak Aris sedang ikut rapat di kantor Baros. Dan memang hari Rabu ini jadawalnya rapat.

Kamis, 26 Juni 2014
Hari ini kami KP di kantor Ciung. Hari ini kami bertemu dengan Pak Aris dan beliau menagih tugas yg kami kerjakan, yakni menggambar peta persebaran FO. Ridho pun memperlihatkan hasil kerja kerasnya. Ternyata setelah dilihat-lihat peta yg sudah dibuat terlalu penuh dan perlu dimodifikasi. Pak Aris pun memberikan saran-saran dan kami (Ridho dan saya) memutuskan untuk membuat ulang. Kali ini saya tidak melanjutkan pembuatan peta secara manual, akan tetapi saya memutuskan untuk membantu Ridho yang menggunakan aplikasi “google earth pro”. Google earth versi pro ini memiliki layanan save as PDF, sehingga memudahkan dalam pengerjaan peta tersebut. Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya peta tersebut selesai. Kami menunggu hingga jam pulang kantor tiba. Lima belas menit sebelum jam pulang kantor tiba, kami melaporkan hasil pekerjaan kami ke Pak Aris dan Alhamdulillah Pak Aris terlihat cukup puas dengan tugas yang kami buat. Setelah itu kami pulang.

Jumat, 27 Juni 2014
Hari ini kami KP di kantor Ciung. Saya tiba di kantor sekitar pukul 9 kurang. Sesaat setelah mengisi presensi, saya diajak oleh Pak Dudi (salah soerang supir) untuk menemani Pak Aris, Pak Budi dan Pak Dudi melakukan maintenance di darah Padalarang. Kali ini maintenance-nya bukan pasang AC, melainkan memasang rectifier dan GPON. Hari ini pun ada acara makan-makan di kantor Ciung, so Alhamdulillah kami dapet makan gratiiiiiiss..hoho. Pada acara makan-makan ini, ada hal menarik yang saya dapatkan selain nasi uduk, ikan asin, timun, sambel extra pedas, tahu, tempe, air putih kemasan, dan semangka. Hal menarik itu yakni sebuah pengalaman berharga dari seorang driver Lintasarta, sebut saja Pak Ayi (bukan bunga). Eh btw Ayi itu emg panggilannya ya, bukan nama samaran seperti bunga, hahahahah #gaPenting. Jadi ceritanya, saya melihat beliau tidak merokok padahal sebagian besar teman-temannya merupakan perokok. Saya memberanikan diri untuk bertanya, “Pak, tara ngisep” (dalam bahasa Indonesia, artinya: “Pak, ga suka ngerokok?”). Beliau pun berkata tidak dan mulai bercerita. Jadi pada awalnya beliau sudah mulai merokok sejak zaman Azali, eh becanda deng, hahah. Sebenernya beliau mulai merokok sejak masih duduk di bangku SMP. Beliau merokok dengan tujuan agar “gaul”. Sebenarnya beliau saat itu belum bisa menikmati kelezatan rokok. Jadi beliau beneran ngerokok hanya untuk “gagayaan”.. ngerti ga apa arti gagayaan?? Klo engga ngerti silakan hubungi orang sunda terdekat..haha. Nah, walaupun awalnya hanya untuk “gagayaan” tapi lama-kelamaan beliau mulai merasakan nikmanya merokok. Beliau mengalami itu saat duduk di bangku SMA. Nah, saat itu barulah beliau memutuskan untuk tidak merokok lagi karena takut kecanduan. Beliau paham bahwa uang yang beliau dapat saat itu masih bersumber dari orang tua dan beliau pun tahu besarnya biaya yang dikeluarkan oleh pecandu rokok, jadi beliau ga mau kecanduan. Dan Alhamdulillah hingga saat ini beliau stop merokok. Waah inspiratif bgt kan cerita Pak Ayi ini , jdi buat yg belum pernah merokok, sebaiknya jangan coba-coba. Dan untuk yang masih merokok hanya untuk terlihat gaul (“gagayaan”), sebaiknya segera berhenti karena lambat laun bisa merubah Anda menjadi pecandu rorok. Dan bagi yg sudah tidak bisa lepas dari rokok, in shaa Alloh Anda TETAP BISA terlepas dari rokok tsb, asalkan Anda berkemauan dan bertekad keras untuk berubah dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Back to KP, setelah selesai makan, saya kembali menemani Pak Aris dan Pak Dudi untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai di Padalarang. Setelah pekerjaan selesai, saya pun pulang.

Senin, 30 Juni 2014
Hari ini adalah awal saya KP saat bulan Ramadhan. Lintasarta yang biasanya masuk pukul 08.00 dan keluar pukul 17.00, saat Ramadhan masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 15.30. Seperti sebelum-sebelumnya, saya KP di kantor Ciung. Hingga saat ini pukul 10.00, belum ada panggilan keluar untuk menangani gangguan atau yang lainnya. Kayaknya gabut lagi deh hari ini. Tp dengan adanya koneksi internet, gabutnya jadi menarik, hahahaha. Oh ya, sekitar jam 11 saya turun untuk bertanya pada Pak Aris seputar shelter. Lumayan dapet ilmu.

Selasa, 1 Juli 2014
Hari ini kami KP di kantor Ciung. Kami kedatangan teman baru, yakni tiga orang mahasiswa UIN yang sedang menjalani KP di Lintasarta. Hari ini kami diberi materi oleh seorang analis Lintasarta yang bernama Pak Tata. Banyak hal menarik yg disampaikan Pak Tata dan cukup membuat saya termotivasi. Selain itu, saya dengan Ridho diberi tugas oleh Pak Aris, yakni mem-fotocopy form, hahahah

Rabu, 2 Juli 2014
Seperti biasa, kami KP di Ciung. Hari Rabu memang harinya rapat sehingga kemungkinan besar kami gabut. Tapi ya itu dia, karena ada internet maka anggap saja sedang berada di kamar sendiri, hahah. Enjoy it. Tiba-tiba saya melakukan kesalahan yg tidak saya sadari. Saya melakukan update software2 yang ada di laptop. Saya kira hanya ber-skala puluhan MB tp ternyata setelah dicek, update tsb menghabiskan kuota ratusan MB. Karyawan Lintasarta pun menghampiri kami dan menanyakan siapa yg menghabiskan kuota tersebut. Pada awalnya, saya tidak “ngeh” bahwa saya pelakunya, akan tetapi ketika karyawan itu mengucapkan kata “download”, akhirnya saya “ngeh” dan berkata bahwa sayalah orangnya. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mengecek kuota terlebih dahulu sebelum mengupdate sesuatu dengan fasilitas kantor. Setelah sholat dhuhur, ternyata Lintasarta (LA) mengadakan pengajian dengan mengundang salah satu ustadz- yang hebat menurut saya- selama Bulan Ramadhan ini. Pengajian tersebut dilakukan setiap hari Senin dan Rabu dimulai sehabis Dhuhur dan selesai pukul 13.00 WIB. Setelah mengikuti pengajian, kami kembali ke ruangan PKl dan menunggu jam pulang tiba.

Kamis, 3 Juli 2014
Seperti biasa, kami KP di kantor Ciung. Kami standby di ruangan tempat PKL (seperti biasa). Saya dan Ridho berdiskusi seputar laporan kerja praktik. Saya sempat cemas terkait penulisan laporan tsb karena belum tahu apa yg akan saya laporkan. Saya memang telah meminta laporan kakak tingkat, sebut saja Kak Bagus. Nah inilah yg membuat saya cemas. Pada laporan milik Kak Bagus, beliau menceritakan suatu hal secara detail mengenai Huawei (tempat KP beliau). Hal tersebut ialah konfigurasi pada jaringan Network 3G Telkomsel JABOTABEK. Di Huawei, memang anak-anak KP diberi pekerjaan yang spesifik namun di Lintasarta tidak demikian. Oleh karena itu, hingga saat ini saya tidak bisa membahas suatu hal secara detail seperti beliau. Saya pun memutuskan meminta pelatihan ke salah satu karyawan, sebut saja Pak Jajang. Ketika kami sampai di ruangan Pak Jajang, kami melihat Pak Aris yang akan pergi melakukan maintenance di Jalan Setia Budi. Kami pun akhirnya ikut dengan beliau untuk melakukan maintenance dan melupakan tujuan awal kami (minta pelatihan ke Pak Jajang). Setelah selesai melakukan maintenance, kami kembali ke ruangan PKL. Di sana saya membaca 2 buku baru yg temanya sangat berbeda, yakni buku yang berjdul “4G Handbook Ed. Indonesian (dari judulnya, ngertilah ya ini buku bahas apa. Btw ini pengaranganya kolaborasi antara teknisi dan engineer loh dan salah satu engineer pengarangnya adalah Kak Bagus)” dan “Saatnya untuk Menikah (karangan Fauzil Adhim, buku ini kurang lebih menjelaskan hal-hal apa saja yang harus dipersipkan sebelum menikah—mungkin kalian berminat membelinya, ahahahahah). Saat asyik membaca, Pak Aris pun mengajak kami untuk membantu menarik kabel Ethernet di central yang berada di kantor Ciung ini. Kami membantu dengan senang hati. Setelah selesai dengan hal tersebut, kami menunggu waktu pulang tiba. Intinya hari ini Alhamdulillah ga gabut 

Jumat, 4 Juli 2014
Hari ini KP di Ciung. Alhamdulillah hari ini saya dipinjami buku seputar System Komunikasi Satelit PT. Aplikanusa Lintasarta oleh teman dari KP dari UIN (Angga). Lumayan buat bahan nulis laporan..hahah. Setelah itu, seperti biasa saya dan ridho menunggu waktu pulang. Hari ini memang cukup gabut, soalnya untuk kali ini Pak Aris perginya dengan anak2 UIN.

 

Senin, 7 Juli 2014

Hari ini kami KP di ciung. Kami diberi materi seputar VSAT oleh salah satu analis Lintasarta bernama Pak Tata. Setelah itu, menunggu pulang sambil baca-baca (googling). Saya menemukan fakta menarik bahwa sudah ada satelit nano (jangan piker ukurannya 10 pangkat -9 yaa, cz nano menurut skala satelit). Berat satelit tersebut dibawah 10 kg. Dan yang paling mengagumkan orang Indonesia sudah bisa membuat nano satelit tsb. Buat yang penasaran, nih link nya http://kursor.trunojoyo.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/vol6_no1_p6.pdf dan cari tahu lebih dalam dengan cara goggling sendiri yaaaa. Semoga pertelekomunikasian kita bisa semakin majuuuu..aamiin. Setelah membaca, saya main PES, hahahhah.

 

Selasa, 8 Juli 2014

Seperti biasa, kami KP di kantor ciung. Hari ini kami mendapat materi lanjutan seputar VSAT dan penaglaman hidup yang diberikan oleh Pak Tata. Selain itu, saya mengukur fiber optic (panjang fiber yang masih bisa digunakan) menggunakan OTDR. Setelah itu saya menunggu waktu pulang tiba.

 

Rabu, 9 Juli 2014 merupakan pesta demokrasi, jadi kami libuuuuur KP.

 

Kamis, 10 Juli 2014

                Hari ini kami KP di kantor ciung. Pada awalnya kami standby di ruang PKL, namun karena hari itu ruangan tsb akan digunakan rapat maka kami mengungsi di mushola. Sambil menunggu kerjaan, kami (saya, ridho, beserta teman2 UT) mengobrol sputar politik. Tiba-tiba Pak Aris menghampiri kami dan memberi kerjaan. Kerjannya yakni memasang jaringan baru di data center. Pekerjaan yang dikerjakam ialah meng-crimping dan menyolder. Ada ilmu baru yang kami dapat, yakni menggunakan kabel Ethernet untuk menghubungkan konector E1. Hal ini tentu menggunakan trik tertentu. Setelah itu kami kembali ke mushola dan setelah rapat selesai, kami kembali ke ruang PKL sambil menunggu waktu pulang. Pada hari ini saya berencana tidak buka shaum di rumah karena ada kepentingan tertentu. Dan Alhamdulillah LIntasarta mengadakan buka shaum bersama. Kegiatan ini mengundang anak-anak panti. Pada acara tsbut dibacakan pula “surat dari palestina” yang membuat saya dan beberapa orang lainnya berlinangan air mata.

 

Jumat, 11 Juli 2014

Hari ini kami KP di ciung dan standby di ruang PKL. Kami diajarkan oleh Pak Aris tentang cara menyambung kabel FO menggunakan splicer. Sebenarnya saya dan Ridho sudah pernah melakukan hal tsb di awal-awal KP, namun tidak begitu dengan teman2 yang lain. Setelah kegiatan itu selesai, kami menunggu waktu pulang.

 

14 Juli – 18 Juli

Ini merupakan pekan terakhir kami KP (datang fisik). Sebenarnya masa KP kami yang tertera pada surat permohonan KP ialah dari tanggal 26 Mei hingga 26 Juli, namun jika dihitung 1 bulan = 4 pekan, maka 2 bulan = 8 pekan, dan jika 26 Mei ditambah 8 pekan maka hasilnya sama dengan 18 Juli. Tanggal 18 Juli ini pun sebenarnya tidak semata-mata hasil perhitungan kami, akan tetapi terdapat pada selembaran yang dibuat Lintasarta yang menyatakan jadwal KP kami berakhir pada tanggal 18 Juli. Kami pun menanyakan kepada pihak perusahaan terkait keganjilan ini. Akhirnya didapatlah kesimpulan bahwa kami dibebaskan masuk atau tidak masuk kantor pada tanggal 21 Juli hingga 25 Juli (btw 26 Juli adalah hari Sabtu jadi libur), namun pihak perusahaan akan tetap mencantumkan tanggal 26 Mei – 26 Juli sebgai perioda Kerja Praktik kami pada lembar keterangan yang dibuat perusahaan. Ini merupakan kesempatan yang tidak bisa disia-siakan, oleh karena itu 18 Juli ini menjadi hari terakhir (datang fisik) kami melakukan KP. Selain itu pula banyak  (mahasiswa/i)2 lain yang datang ke Lintas untuk melakukan KP. Jadi keputusan kami untuk menjadikan ini hari terakhir (datang fisik) akan memperbesar ruang gerak mereka (mahasiswa/i yg baru datang untuk KP) untuk menambah pengalaman.

Kami KP di Kantor Ciung dan standby di sana. Untuk pekan ini,   kami hanya standby di ruang PKL dan bisa dibilang gabut walaupun ada kegiatan-kegiatan seperti pemberian materi oleh analis perusahaan. Di kala gabut sama sekali, saya menggunakannya untuk belajar mengenai satelit, searching, ngobrol, dll.

Dan kalimat terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, “terimakasih PT Aplikanusa Lintasarta atas kesempatan membolehkan kami KP di sini”. Semoga kita sama-sama mendapat manfaat.